KOTA BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, H. Chairoman J. Putro, B. Eng. MSi. Mengatakan ; “Antisipasi curah hujan yang semakin tinggi beberapa hari ini menjelang perayaan Hari Raya Imlek, curah hujan tinggi yang merata di Wilayah Jabodetabek, menyebabkan aliran sungai Cileungsi yang sudah naik dan cukup tinggi akibat kiriman air dari Kabupaten Bogor, harus di antisipasi Pemkot Kota Bekasi untuk mencegah terjadi bencana banjir (9/2/2021).

Chairoman mengingatkan seluruh warga & seluruh stakeholder agar waspada terjadi banjir, terutama wilayah – wilayah yang langganan banjir yang dilalui aliran Sungai Cileungsi antara lain:

  • Pangkalan 1A;
  • Pondok Gede Permai;
  • Perum Kemang IFI;
  • Perum PPA;
  • Perum Pondok Mitra Lestari;
  • Perum Depnaker;
  • Perum Kemang Pratama;
  • Perum Delta;
  • Bendung Prisdo;
  • Kartini;
  • Kp. Patal;
  • Kp. Lengkak;
  • Teluk Pucung.

Beberapa lokasi di Kecamatan lain yang langganan banjir, seperti Bekasi Utara, Mustikajaya, Rawalumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Timur juga harus waspada.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiruman J Putro meminta agar Pemerintah Kota Bekasi sigap menangani banjir yang menjadi bencana rutin setiap tahun.

Pemerintah, kata Choiruman, wajib hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan selama bencana banjir melanda.

Langkah antisipasi yang perlu dilakukan, menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi harus membentuk Pusat Informasi Terpadu Banjir yang bisa berfungsi sebagai sentral informasi seputar banjir.

Apabila Pusat Informasi ini terbentuk, maka hal tersebut juga memudahkan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai titik-titik banjir maupun wilayah yang membutuhkan bantuan, baik berupa perahu karet maupun logistik lainnya.

“Pemerintah wajib hadir dan tidak ada libur kendati libur imlek menjadi libur panjang di akhir pekan karena tanggal merah 12 – 14 Februari 2021. Saya meminta agar ada Pusat Informasi Terpadu yang dibentuk oleh pemerintah. Ini sangat penting, untuk langkah antisipasi dampak banjir.

Choiruman mengakui, terkait minimnya informasi yang dapat diakses warga, akan menyulitkan pemerintah dan masyarakat sendiri selama bencana banjir berlangsung.

“Jika ada Pusat Informasi Terpadu Banjir, ini dapat dijadikan tempat pengaduan warga dalam mengatasi dan menangani banjir,” ulasnya.

“Biasanya saat bencana banjir warga banyak membutuhkan perahu karet utk evaluasi maupun supply logistik ke titik-titik banjir,” ucap Choiruman.

Dia mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, beberapa wilayah yang biasanya terendam banjir, belum secara menyeluruh tersentuh pemerintah. Namun ia mengakui sejumlah partai politik seperti PKS, PDIP dan beberapa partai lain sudah memiliki Posko Banjir di masing-masing wilayah.

“Syukurlah anggota legislatif di beberapa dapil yang terkena banjir sudah sigap dan turun langsung ke masyarakat. Saya harapkan eksekutif bisa bekerjasama dengan legislatif dalam menangani banjir. Ini untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.

Sementara, langkah Pemerintah Kota Bekasi menganjurkan masyarakat apabila menemukan Titik Banjir yang memerlukan evakuasi bisa langsung Hubungi wa.me/6281294441972 Farhan Ketua MRI ACT Bekasi supaya bisa ditindaklanjut Tim Rescue.

Humas/Alwi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0