LampuHijau.co.id –  Bekasi terus membangun dan melayani. Di usia ke-23 tahun, Kota Bekasi menjadi kota yang eksis di Indonesia dengan sejumlah prestasi yang diukir baik dikancah nasional dan internasional. Di usia ke-23, Kota Bekasi diharapkan hal ini menjadi pelopor kota kreatif kaum milenial.

Dengan potensi yang besar, diharapkan Kota Bekasi mampu memfasilitasi tumbuhnya lingkungan yang kondusif bagi pemuda baik dalam sektor agama, wirausaha, sosial budaya, pemikiran maupun kreatifitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus mengakui, penguasaan iptek pemuda, dalam menyongsong era ekonomi digital berpotensi melahiran para pengusaha muda.

Maka, tema menaikan Indeks Pembangunan Pemuda dan menciptakan sarana dan prasana pendukung yang ramah pemuda itu kunci dari potret Kota Bekasi ke depan yang maju modern dan kreatif dengan tetap mempertahankan sebagai insan religius berbasis iman dan taqwa.

Dalam sisi pelayanan kepemerintahan, diharapkan andil pemuda bisa jadi motor penggerak perubahan berbasis elektronik sehingga terciptanya reformasi birokrasi efektif, efesian dan kredibel. Reformasi birokrasi ini mesti tercipta guna pelaksanaan undang-undang dan peraturan yang tepat sasaran, sehingga tujuan dalam membangun bangsa dan negara tidak diselewengkan serta bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dari berbagai bidang seperti perlunya perhatian pemerintah Kota Bekasi, dalam peningkatan bidang seni dan budaya.

Pemuda sebagai ujung tombak pembangunan Kota Bekasi diharapkan mampu menunjukan karya seni lokal yang dikembangkan menjadi seni dan budaya kreatif dari pemuda berbasis komunitas yang perlu digalakan. Dengan kata lain, DPRD Kota Bekasi mendorong terciptanya pusat budaya Bekasi yang membumikan para budayawan dan mengembangkan seni dan budaya Melayu Bekasi yang luhur, di mana kembali yang menjadi ujung tombaknya adalah pemuda.

Lahirnya seni dan Kebudayaan Melayu Betawi tidak lepas dari peran agama di Kota Bekasi yang heterogen religius.

Agama adalah pilar pembangun kekuataan moral dan modal sosial masyakat dan fundamental dasar dari Pancasila. Jika tanpa sila pertama, maka empat sila lainnya akan rontok. Pilar ini perlu ditumbuhkan oleh tokoh agama dan harmonisasi dinamika yang ada, sehingga kekuatan agama menjadi kekuatan moral membentuk karakter warga yang ikhsan. Ikhsan merupakan kata lain dari integritas.

Saya selaku Ketua DPRD Kota Bekasi, mendorong semua OPD dan instansi vertikal di Kota Bekasi terciptanya percepatan pembentukan wilayah bebas korupsi dan wilayah biorkrasi bersih serta melayani kepada rakyat.

Semoga dengan usia yang ke-23 tahun, seluruh warga bisa mengucapkan syukur Alhamdulilah dan melakukan intropeksi, agar seluruh kesejahteraan rakyat terus meningkat dan pembangunan di Kota Bekasi terus bisa membawa keadilan dan kemakmuran. CHAIROMAN J. PUTRO/Ketua DPPR Kota Bekasi. (ADVETORIAL HUMAS DPRD KOTA BEKASI BULAN MARET/SUARA DEWAN).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0